Laman

Minggu, 17 Juni 2012

KEKUATAN TERBESAR MANUSIA

Kekuatan Terbesar Manusia
Manusia memiliki kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan mahakarya. Kekuatan terbesar dalam diri manusia itu terdapat pada pikiran. Tetapi kita jarang membuktikan kekuatan pikiran tersebut, sebab kita sering terjebak dalam zona nyaman atau kebiasaan tertentu. Sehingga selamanya tidak dapat mencari kemungkinan yang lebih baik atau perubahan nasibyang berarti.
Oleh karena itu milikilah target yang lebih tinggi untuk merangsang kekuatan dalam pikiran tersebut. Sebab target atau sasaran baru yang dipikirkan itu akan menggerakkan diri kita untuk melaksanakan tindakan. Apalagi jika diyakini target tersebut bakal tercapai, maka diri kita akan lebih siap menghadapi tantangan yang ada.
Setelah tindakan-tindakan baru yang lebih konstruktif dikerjakan hingga berulang-ulang, maka tanpa disadari kita sudah banyak melakukan hal-hal penting hinga kita tiba di zona baru, dimana kita berhasil mencapai target yang didambakan. Itulah mengapa dikatakan bahwa manusia mempunyai potensi yang sangat besar dalam pikiran bawah sadar. Kekuatan pikiran bawah sadar itu dapat dibangkitkan melalui 2 cara, yaitu: autosuggestion dan visualization.
Autosuggestion
Keinginan-keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. Keinginan yang sangat besar dan
terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.
Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan penuh konsentrasi terhadap obyek yang positif, dan berulang-ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar
inilah yang akan mendikte gerak-gerik tubuh kita. Kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah sadar itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan perbuatan buruk atau baik. Kadangkala niat untuk
melakukan sesuatu secara otomatis muncul dari pikiran bawah sadar.
Autosuggestion akan mengetuk kesadaran (heartknock) . Karena dilakukan berulang-ulang dan rutin, suatu ketika kata-kata tersebut akan menembus pikiran bawah sadar. Lalu pikiran bawah sadar itupun memompa semangat.Energi itu dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan impian hidup kita.
Mungkin kegiatan autosuggestion ini akan dianggap aneh oleh orang lain. Tetapi itulah salah satu cara untuk mengubah diri dari dalam. Biasakan mendengar pola pikir positif dan melakukan kebiasaan-kebiasaan yang konstruktif. Jadi jangan ragu untuk melakukan budaya-budaya yang potensial, menumbuhkan optimisme dan kreatifitas.
Ada 5 (P) petunjuk dalam melakukan autosuggestion, yaitu;
- Positive : pada saat melakukan autosuggestion, pikirkan hal-hal yang positif saja.
- Powerful : lakukan dengan penuh keyakinan sebab dapat memberikan kekuatan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa.
- Precise : keinginan yang hendak dicapai harus sudah dapat dideskripsikan, karena pikiran bawah sadar hanya bisa menyusun berdasarkan kategori.
- Present Tense: dalam bentuk keinginan saat ini, bukan keinginan di masa lalu atau akan datang.
- Personal : lakukan perubahan positif terhadap diri sendiri terlebih dahulu.
Visualization
Bila kita menginginkan sesuatu maka pikiran bawah sadar akan menggambarkan apa yang didambakan itu. Dengan cara memvisualisasikan impian terlebih dahulu, terciptalah banyak sekali karya-karya spektakuler di dunia ini. Marcus Aurelius Antonius, seorang kaisar Romawi jaman dahulu mengatakan, “A man’s life is what his thought make of it - Kehidupan manusia ialah bagaimana mereka memikirkannya. ”



Sesuatu yang selalu divisualisasikan manusia akan mudah terekam dalam pikiran bawah sadar. Lalu muncul kekuatan pikiran tersebut, yang berperan sebagai penghubung antara jiwa dengan tubuh. Sehingga tubuhpun bereaksi dengan mengerahkan seluruh potensi yang sebelumnya tidak pernah digunakan, dalam bentuk kreatifitas atau tindakan. Memvisualisasikan impian memungkinkan seluruh impian tercapai oleh pikiran bawah sadar.
Tuhan Yang Maha Esa menganugerahkan potensi yang sama besar kepada manusia. Tidak ada ruginya membayangkan betapa berpotensinya diri kita untuk mencapai impian-impian. Berikut ini beberapa langkah dalam memvisualisasikan impian, yaitu:
1. Mendefinisikan impian
Mendefinisikan impian artinya memberikan batasan atau standar akan impian yang hendak dicapai. Kemudian, gambarkanlah semua impian seolah-olah Anda sudah sepatutnya meraih impian tersebut. Meskipun tindakan ini terkesan sederhana, tetapi dari gambaran impian itulah kita akan mencoba berbuat sesuatu untuk melakukan perubahan dan akhirnya dapat meraih cita-cita.
2. Menentukan target waktu
Dambakan impian itu terwujud sesuai target yang telah ditentukan, sebab impian tanpa target waktu hanya akan menjadi mimpi sesaat. Impian dengan target waktu akan menggerakkan kesadaran untuk tidak segan-segan melakukan perubahan. Maka mulailah dari sekarang, Be the best, do the best, and then let God take care the rest ?Jadilah yang terbaik, lakukan yang terbaik, biarlah Tuhan yang menentukan. Potensi yang kita miliki kelihatannya sangat sayang jika tidak dioptimalkan.
3. Melakukan berulang-ulang
Melakukan ulangan artinya mengkondisikan diri kita untuk lebih sering ingat akan impian kita. Jika sering ingat, maka perlahan-lahan impian itu akan tertanam di alam pikiran bawah sadar. Bila pesan sudah diterima oleh SCM (sub-conscience mind), maka dia akan menggerakkan diri kita untuk menciptakan keputusan atau menjadikan kita lebih kreatif.
Jika impian lebih sering diimajinasikan ternyata dapat melipatgandakan kekuatan dari pikiran bawah sadar. Imajinasi yang diulang-ulang ini akan secara tidak langsung merangsang ilusi akan kenyataan yang luar biasa tentang potensi kita sebagai umat manusia. Sehingga diri kita akan berusaha keras mencapai impian yang divisualisasikan. Begitulah seterusnya kekuatan pikiran bawah sadar bekerja dan dibangkitkan, hingga perubahan besar terjadi dalam diri kita pada suatu waktu.*
Sumber: Kekuatan Pikiran Bawah Sadar oleh Andrew Ho

jangan pernah berhenti

Jangan Pernah Berhenti
Penulis: Gede Prama
Sejumlah sejarahwan yakin, bahwa pidato Winston Churchill yang paling berpengaruh adalah ketika beliau berpidato di wisuda Universitas Oxford. Churchill mempersiapkan pidato ini selama berjam-jam. Dan ketika saat pidatonya tiba, Churchill hanya mengucapkan tiga kata : ‘never give up’ (jangan pernah berhenti).
Sejenak saya merasa ini biasa-biasa saja. Tetapi ketika ada orang yang bertanya ke saya, bagaimana saya bisa berpresentasi di depan publik dengan cara yang demikian menguasai, saya teringat lagi pidato Churchill ini.
Banyak orang berfikir kalau saya bisa berbicara di depan publik seperti sekarang sudah sejak awal. Tentu saja semua itu tidak benar. Awalnya, saya adalah seorang pemalu, mudah tersinggung, takut bergaul dan minder.
Dan ketika memulai profesi pembicara publik, sering sekali saya dihina, dilecehkan dan direndahkan orang. Dari lafal ‘T’ yang tidak pernah lempeng, kaki seperti cacing kepanasan, tidak bisa membuat orang tertawa, pembicaraan yang terlalu teoritis, istilah-istilah canggih yang tidak perlu, serta segudang kelemahan lainnya.
Tidak bisa tidur beberapa minggu, stress atau jatuh sakit, itu sudah biasa. Pernah bahkan oleh murid dianjurkan agar saya dipecat saja menjadi dosen di tempat saya mengajar.
Pengalaman serupa juga pernah dialami oleh banyak agen asuransi jempolan. Ditolak, dibanting pintu, dihina, dicurigai orang, sampai dengan dilecehkan mungkin sudah kebal. Pejuang kemanusiaan seperti Nelson Mandela dan Kim Dae Jung juga demikian. Tabungan kesulitan yang mereka miliki demikian menggunung. Dari dipenjara,hampir dibunuh, disiksa, dikencingin, tetapi toh tidak berhenti berjuang.
Apa yang ada di balik semua pengalaman ini, rupanya di balik sikap ulet untuk tidak pernah berhenti ini, sering bersembunyi banyak kesempurnaan hidup. Mirip dengan air yang menetesi batu yang sama berulang-ulang, hanya karena sikap tidak pernah berhentilah yang membuat batu berlobang.
Besi hanya menjadi pisau setelah ditempa palu besar berulang-ulang, dan dibakar api panas ratusan derajat celsius. Pohon beringin besar yang berumur ratusan tahun, berhasil melewati ribuan angin ribut, jutaan hujan, dan berbagai godaan yang meruntuhkan.
Di satu kesempatan di awal Juni 1999, sambil menemani istri dan anak-anak, saya sempat makan malam di salah satu restoran di depan hotel Hyatt Sanur Bali. Yang membuat kejadian ini demikian terkenang, karena di restoran ini saya dan istri bertemu dengan seorang penyanyi penghibur yang demikian menghibur.
Pria dengan wajah biasa-biasa ini, hanya memainkan musik dan bernyanyi seorang diri. Modalnya, hanya sebuah gitar dan sebuah organ. Akan tetapi, ramuan musik yang dihasilkan demikian mengagumkan. Saya dan istri telah masuk banyak restoran dan kafe. Namun, ramuan musik yang dihadirkan penyanyi dan pemusik solo ini demikian menyentuh. Hampir setiap lagu yang ia nyanyikan mengundang kagum saya, istri dan banyak turis lainnya. Rasanya susah sekali melupakan kenangan manis bersama
penyanyi ini. Sejumlah uang tip serta ucapan terimakasih saya yang dalam, tampaknya belum cukup untuk membayar keterhiburan saya dan istri.
Di satu kesempatan menginap di salah satu guest house Caltex Pacific Indonesia di Pekan Baru, sekali lagi saya bertemu seorang manusia mengagumkan. House boy (baca : pembantu) yang bertanggungjawab terhadap guest house yang saya tempati demikian menyentuh hati saya. Setiap gerakan kerjanya dilakukan sambil bersiul. Atau setidaknya sambil bergembira dan tersenyum kecil. Hampir semua hal yang ada di kepala, tanpa perlu diterjemahkan ke dalam perintah, ia laksanakan dengan sempurna. Purwanto, demikian nama pegawai kecil ini, melakoni profesinya dengan tanpa keluhan.
Bedanya penyanyi Sanur di atas serta Purwanto dengan manusia kebanyakan, semakin lama dan semakin rutinnya pekerjaan dilakukan, ia tidak diikuti oleh kebosanan yang kemudian disertai oleh keinginan untuk berhenti.
Ketika timbul rasa bosan dalam mengajar, ada godaan politicking kotor di kantor yang diikuti keinginan ego untuk berhenti, atau jenuh menulis, saya malu dengan penyanyi Sanur dan house boy di atas. Di tengah demikian menyesakkannya rutinitas, demikian monotonnya kehidupan, kedua orang di atas, seakan-akan faham betul dengan pidato Winston Churchill : “never give up.”
Anda boleh mengagumi tulisan ini, atau juga mengagumi saya, tetapi Anda sebenarnya lebih layak kagum pada penyanyi Sanur dan house boy di atas. Tanpa banyak teori, tanpa perlu menulis, tanpa perlu menggurui, mereka sedang melaksanakan profesinya dengan prinsip sederhana : “jangan pernah berhenti.”
Saya kerap merasa rendah dan hina di depan manusia seperti penyanyi dan pembantu di atas. Bayangkan, sebagai konsultan, pembicara publik dan direktur sebuah perusahaan swasta, tentu saja saya berada pada status sosial yang lebih tinggi dan berpenghasilan lebih besar dibandingkan mereka. Akan tetapi, mereka memiliki mental “never give up” yang lebih mengagumkan.
Kadang saya sempat berfikir, jangan-jangan tingkatan sosial dan penghasilan yang lebih tinggi, tidak membuat mental “never give up” semakin kuat.
Kalau ini benar, orang-orang bawah seperti pembantu, pedagang bakso, satpam, supir, penyanyi rendahan, dan tukang kebunlah guru-guru sejati kita.
Jangan-jangan pidato inspiratif Winston Churchill - sebagaimana dikutip di awal - justru diperoleh dari guru-guru terakhir.

bahasa hati

BAHASA HATI / INNER HEART CONVERSATION

Good Article whEn u FeeL aNgrY… Don’t Let it far juZ keEp Love in deEp on uR hEarT
Inner Heart Conversation
There is enemy that can not be conquered by love. There is no illness that can not be cured by love and affection. There is no hostility that can not be forgiven by sincerity. There is no difficulty that can not be solved by perseverance. There is no stone that can not be broken by patient. Everything is must be from the bottom of your heart.
Talk with your inner heart, and it will go through to another heart too. To be succeed is not about how big is your muscle and smart is your brain, yet it is also about how lenient/soft of your heart to do certain matters.
You can not stop a cried baby by pulling him at your arm. Or persuade him with sweets/candies and sweet words. What you have to do is embrace/hug him until he feel the heart beat calmly in your depth of relieved.
Please begin with your soft heart before you give it to your achievement.
Translation:
ArtiKeL yaNG BaGuS BaGi OrANg yaNG bawaANnyA marah2 kali yah?  =D
Bicara Dengan Bahasa Hati
Tak ada musuh yang tak dapat ditaklukkan oleh cinta. Tak ada penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh kasih sayang. Tak ada permusuhan yang tak dapat dimaafkan oleh ketulusan. Tak ada kesulitan yang tak dapat dipecahkan oleh ketekunan. Tak ada batu keras yang tak dapat dipecahkan oleh kesabaran.
Semua itu haruslah berasal dari hati anda.
Bicaralah dengan bahasa hati, maka akan sampai ke hati pula. Kesuksesan bukan semata-mata betapa keras otot dan betapa tajam otak anda, namun juga betapa lembut hati anda dalam
menjalani segala sesuatunya.
Anda tak kan dapat menghentikan tangis seorang bayi hanya dengan merengkuhnya dalam lengan yang kuat. Atau, membujuknya dengan berbagai gula-gula dan kata-kata manis. Anda harus mendekapnya hingga ia merasakan detak jantung yang tenang jauh di dalam dada anda.
Mulailah dengan melembutkan hati sebelum memberikannya pada keberhasilan anda.

TEORI KEPRIBADIAN ALLPORT

PASIKOLOGI INDIVIDU: ALLPORT

Gordon Allport lahir di Montezuma, Indiana, pada 11 November 1897, anak bungsu dari empat bersaudara. Seorang anak laki-laki pemalu dan rajin, Dia agak sedikit sering diejek  dan menjalani masa kanak-kanak yang cukup terisolasi. Ayahnya adalah seorang dokter desa, yang berarti bahwa Gordon dibesarkan dengan ayah pasien dan perawat, dan semua perlengkapan rumah sakit mini. Setiap orang bekerja keras. Kehidupan awal adalah dinyatakan cukup menyenangkan dan lancar.
Salah satu yang cerita Allport selalu disebutkan dalam biografi-nya: Ketika ia berusia 22, ia pergi ke Wina. Dia telah berjanji untuk bertemu dengan Sigmund Freud. Ketika dia tiba di kantor Freud, Freud hanya duduk dan menunggu Gordon untuk memulai. Setelah sedikit, Gordon tidak bisa lagi berdiam diri, dan ia bercerita pengalamannya dalam perjalanan untuk bertemu Freud. Dia menyebutkan bahwa ia telah melihat anak kecil di bus yang terlihat sangat kesal karena harus duduk di mana orang tua kotor duduk sebelahnya. Gordon berpikir ini adalah sesuatu yang mungkin telah dipelajari dari ibunya, yang sangat rapi dan agak dominan jenis rupanya. Freud, bukannya sebagai pengamat sederhana, membawanya menjadi ekspresi dari beberapa yang mendalam, proses dalam pikiran bawah sadar Gordon, dan berkata "Dan adalah bahwa anak kecil itu Anda?"
Pengalaman ini membuatnya sadar bahwa kadang-kadang psikologi menggali terlalu dalam, dengan cara yang sama bahwa ia sebelumnya menyadari bahwa behaviorisme sering tidak cukup menggali secara mendalam.
Allport menerima gelar Ph.D. di Psikologi pada tahun 1922 dari Harvard, berikut langkah-langkah kaki kakaknya Floyd, yang menjadi seorang psikolog sosial yang penting. Karirnya dihabiskannya untuk mengembangkan teori, memeriksa isu-isu sosial seperti sebagai prasangka dan mengembangkan tes kepribadian. Dia meninggal di Cambridge Massachusetts di tahun 1967.

Teori
Satu hal yang memotivasi manusia adalah kecenderungan untuk memenuhi kebutuhan hidup biologis, yang Allport disebut sebagai fungsi oportunistik. Dia mencatat bahwa fungsi oportunistik dapat dicirikan sebagai reaktif, melewati berorientasi, dan, tentu saja, biologis.
Tapi Allport merasa bahwa fungsi oportunistik relatif penting untuk memahami perilaku manusia sebagian besar perilaku. Ia percaya, kebanyakan manusia, dimotivasi oleh sesuatu yang sangat berbeda (berfungsi secara ekspresif diri) yang disebut fungsi propriate. Sebagian besar dari apa yang kita lakukan dalam hidup adalah masalah yang kita bisa. Propriate dapat dicirikan berfungsi sebagai proaktif, berorientasi pada masa depan, dan psikologis.
Propriate berasal dari kata proprium, yang merupakan nama Allport untuk itu konsep penting, konsep diri. Dia telah ditinjau ratusan definisi yang untuk dan datang untuk merasa bahwa, untuk lebih ilmiah, akan diperlukan untuk membuang kata umum diri dan pengganti sesuatu yang lain. Untuk lebih baik atau lebih buruk lagi, kata proprium pernah tertangkap.
Untuk mendapatkan perasaan intuitif untuk apa berfungsi propriate berarti, pikirkan terakhir kali Anda ingin melakukan sesuatu atau menjadi sesuatu karena Anda benar-benar merasa bahwa melakukan atau menjadi sesuatu akan ekspresif tentang diri Anda yang Anda yakini sebagai yang paling penting. Ingat terakhir kali Anda melakukan sesuatu untuk mengekspresikan diri Anda, terakhir kali Anda mengatakan kepada diri sendiri, "itu benar-benar aku!" Melakukan hal-hal sesuai dengan apa yang Anda sebenarnya, yang berfungsi propriate.
Begitu banyak penekanan pada diri atau proprium, Allport ingin mendefinisikannya secermat mungkin. Dia pada tugas dari dua arah, fenomenologis dan fungsional.
Pertama, fenomenologis, yaitu diri seperti yang dialami: Ia menyarankan bahwa diri terdiri dari aspek Anda mengalami yang Anda lihat sebagai yang paling penting (sebagai lawan insidental atau kebetulan), hangat (atau "berharga," sebagai lawan dari emosional dingin ), dan pusat (sebagai lawan perifer).
Definisi fungsionalnya menjadi teori pembangunan dengan sendirinya. Diri memiliki tujuh fungsi yang cenderung muncul pada saat-saat tertentu hidup satu:
1.      Sense tubuh
2.      Self-identitas
3.      Self-esteem
4.      Self-ekstensi
5.      Self-image
6.      Rasional mengatasi
7.      Propriate berjuang
Sense tubuh berkembang dalam dua tahun pertama kehidupan. Kami memiliki satu, kita merasakan kedekatannya, kehangatannya. Ini memiliki batas-batas yang sakit dan cedera, sentuhan dan gerakan, membuat kita menyadari. Allport memiliki demonstrasi favorit aspek diri: Bayangkan ludah meludah ke cangkir - dan kemudian minum itu turun?! Apa masalahnya itu hal yang sama Anda menelan sepanjang hari! Tapi, tentu saja, itu yang keluar dari diri Anda tubuh dan menjadi, dengan demikian, asing Anda.
Identitas diri juga berkembang pada tahun-tahun pertama dan kedua. Ada datang poin kita mengenali diri kita sebagai melanjutkan, sebagai memiliki masa lalu, sekarang, dan masa depan. Kita melihat diri kita masing-masing sebagai entitas, terpisah dan berbeda dari orang lain Kami bahkan punya nama.  Apakah Anda akan sama orang ketika bangun tentu saja besok? Dari kita bahwa kesinambungan untuk diberikan.
Harga diri berkembang antara dua dan empat tahun. Ada juga saatnya kita mengakui bahwa kita memiliki nilai, kepada orang lain dan diri kita sendiri ini terutama terkait dengan pembangunan berkelanjutan dari kompetensi kita.
Cukup ekstensi berkembang antara empat dan enam, tertentu. Hal, orang dan peristiwa di sekitar kita juga datang ke dianggap sebagai pusat dan hangat, penting untuk keberadaan saya. "Saya" sangat dekat dengan "aku!" Beberapa orang mendefinisikan diri mereka dalam hal orangtua mereka, pasangan, atau anak-anak, klien mereka, geng, komunitas, perguruan tinggi, atau bangsa. Beberapa menemukan identitas mereka dalam kegiatan-kegiatan: saya seorang psikolog, mahasiswa, tukang batu. Beberapa menemukan jati diri di suatu tempat: rumah saya, kampung halaman. Ketika anak saya melakukan sesuatu yang salah, mengapa saya merasa bersalah? Jika seseorang menimbulakan goresan di mobil saya, mengapa saya merasa seperti mereka hanya usil terhadap saya?
Citra diri juga mengembangkan antara empat dan enam. Ini adalah "mencari-kaca diri," kata saya seperti orang lain melihat saya. Ini adalah kesan saya melakukan pada orang lain, saya "lihat," saya harga atau status sosial, termasuk seksual identitas diri. Ini adalah awal dari apa yang orang lain panggilan hati nurani, diri ideal, dan persona.
Mengatasi Rasional dipelajari terutama pada tahun-tahun dari enam sampai dua belas. Anak mulanya mengembangkan kemampuan untuk menghadapi hidup dengan masalah-masalah rasional dan efektif ini analog dengan "industri Erikson."
Berjuang Propriate biasanya tidak dimulai sampai setelah dua belas tahun. Ini adalah saya sendiri sebagai tujuan, ideal, rencana, panggilan, pemanggilan, rasa arah, rasa Puncak tujuan dari berjuang propriate, menurut Allport, adalah kemampuan untuk mengatakan bahwa saya adalah pemilik hidup saya - yaitu pemilik dan operator.
 (Seseorang tidak bisa tidak melihat periode waktu Allport menggunakan - mereka sangat dekat dengan periode waktu yang tahap teori Freud! Tapi harap dipahami bahwa skema Allport tidak panggung - hanya deskripsi dari orang mengembangkan cara biasa. )
Sifat atau disposisi
Sekarang, sebagai proprium ini berkembang dengan cara ini, kami juga mengembangkan karakter pribadi, atau kecenderungan pribadi. Allport awalnya menggunakan kata sifat, tetapi menemukan bahwa banyak orang jadi menganggap dia berarti sifat-sifat sebagaimana dipersepsikan oleh seseorang melihat orang lain atau diukur dengan tes kepribadian, bukan sebagai yang unik, karakteristik individu dalam seseorang, bahwa ia berubah ke disposisi.
Sebuah disposisi pribadi didefinisikan sebagai "suatu struktur neuropsychic umum (khusus untuk individu), dengan kemampuan untuk membuat banyak rangsangan setara fungsional, dan untuk memulai dan panduan yang konsisten (setara) bentuk dan gaya perilaku adaptif."
Sebuah disposisi pribadi menghasilkan kesetaraan dalam fungsi dan makna antara persepsi berbagai, keyakinan, perasaan, dan tindakan yang tidak harus setara di dunia alam, atau siapa pun pikiran lain. Seseorang dengan sikap pribadi "takut komunisme" mungkin menyamakan Rusia, liberal, profesor, pemogok, aktivis sosial, lingkungan, feminis, dan seterusnya mungkin. Dia benjolan mereka semua bersama-sama dan menanggapi segala dari mereka dengan serangkaian perilaku yang mengungkapkan ketakutannya: membuat pidato, menulis surat, suara, mempersenjatai diri, marah, dll. Cara lain untuk meletakkannya adalah dengan mengatakan bahwa disposisi adalah campuran beton, mudah dikenali, konsistensi dalam perilaku kita.
Allport berpendapat bahwa sifat-sifat dasarnya yang unik untuk setiap individu:'s "Satu orang takut komunisme" adalah tidak sama dengan orang lain. Dan kamu tidak dapat benar-benar berharap bahwa pengetahuan orang lain akan membantu Anda memahami ada satu orang tertentu. Untuk alasan ini, Allport sangat mendorong apa yang disebut metode idiographic - metode belajar yang berfokus pada satu orang pada satu waktu, seperti wawancara, observasi, analisis surat atau buku harian, dan seterusnya. Ini adalah saat ini umumnya disebut sebagai metode kualitatif.
Allport tidak mengakui bahwa dalam budaya tertentu, ada ciri-ciri umum atau disposisi, yang yang merupakan bagian dari budaya itu, bahwa setiap orang dalam budaya yang mengakui dan nama. Dalam budaya kita, kita biasanya membedakan antara introvert dan extraverts atau liberal dan konservatif, dan kita semua tahu (kira-kira) apa yang kami maksud tersebut. lain Tapi mungkin budaya tidak mengakui. Apa, misalnya, akan berarti liberal dan konservatif di abad pertengahan?
Allport mengakui bahwa beberapa sifat yang lebih terkait erat dengan proprium (diri sendiri) dari yang lain. Tengah. Ciri-ciri bangunan blok Anda kepribadian Ketika Anda menggambarkan seseorang, Anda akan cenderung menggunakan kata-kata yang mengacu pada sifat-sifat utama: pintar, bodoh , liar, malu, licik, tolol, pemarah. Dia mencatat bahwa kebanyakan orang di suatu tempat antara lima dan sepuluh ini.
Ada juga sifat-sifat sekunder, yang yang tidak begitu jelas, atau sangat umum, atau sangat konsisten.. Preferensi, sikap situasional, sifat-sifat itu semua sekunder Sebagai contoh, "jadi dia marah ketika Anda mencoba untuk menggelitik dia," "dia memiliki preferensi seksual yang sangat tidak biasa, "dan" Anda tidak bisa membawanya ke restoran. "
Tapi kemudian ada sifat kardinal. Ini adalah ciri bahwa beberapa orang yang secara praktis mereka mendefinisikan kehidupan Seseorang yang menghabiskan kehidupan mereka mencari ketenaran, atau keberuntungan, atau seks adalah orang seperti itu. Sering kali kita menggunakan orang-orang historis spesifik untuk nama sifat-sifat kardinal : Gober (keserakahan), Joan of Arc (heroik pengorbanan diri), Ibu Teresa (ibadah), Marquis de Sade (sadisme), Machiavelli (kekejaman politik), dan sebagainya. Beberapa orang Relatif mengembangkan sifat kardinal. Jika mereka lakukan, cenderung terlambat dalam hidup.

Psikologi jatuh tempo
Jika Anda memiliki proprium berkembang dengan baik dan adaptif, kaya set disposisi, Anda telah mencapai kematangan psikologis, yang istilah Allport untuk kesehatan mental. Dia daftar tujuh karakteristik:
1.      Ekstensi diri tertentu, yaitu keterlibatan.
2.      Teknik andalan untuk hangat berhubungan dengan orang lain (misalnya kepercayaan, empati, keaslian, toleransi).
3.      Keamanan emosional dan penerimaan diri.
4.      Kebiasaan dari persepsi realistis (sebagai lawan defensif).
5.      Pusat masalah dan pengembangan keterampilan pemecahan masalah.
6.      Objektifikasi diri wawasan seseorang terhadap perilaku sendiri, kemampuan untuk menertawakan diri semdiri dll.
7.      Pemersatu Suatu filsafat kehidupan termasuk orientasi nilai tertentu, sentimen keagamaan yang dibedakan, dan hati nurani pribadi.
Otonomi Fungsional
Allport tidak percaya melihat terlalu banyak orang di masa lalu untuk memahami yang sekarang. Keyakinan ini jelas paling kuat dalam konsep otonomi fungsional: Hari ini motif yang independen (otonom) tentang asal-usul mereka. Itu tidak penting , misalnya, mengapa Anda ingin menjadi dokter, atau mengapa Anda mengembangkan rasa untuk zaitun atau untuk seks keriting, kenyataannya adalah bahwa ini adalah cara Anda sekarang.
Fungsional datang dalam dua bentuk: Yang pertama adalah otonomi fungsional perseverative. Ini mengacu pada dasarnya untuk kebiasaan - perilaku yang tidak lagi melayani tujuan asli mereka, tetapi masih terus Anda mungkin telah mulai merokok sebagai simbol pemberontakan remaja, misalnya, tapi sekarang Anda merokok karena Anda tidak bisa berhenti ritual Sosial! seperti mengatakan "bless you" ketika bersin seseorang memiliki alasan sekali pada waktu (selama wabah, bersin merupakan gejala yang jauh lebih serius daripada sekarang ini!), tetapi sekarang terus karena dipandang sebagai sopan.
Propriate adalah sesuatu yang sedikit lebih self-directed dari kebiasaan.. Nilai-nilai adalah biasanya contoh Mungkin Anda dihukum karena egois ketika Anda masih kecil. Itu tidak dengan cara apapun mengurangi terkenal kemurahan hati Anda hari ini - telah menjadi nilai Anda.
Mungkin Anda dapat melihat bagaimana gagasan otonomi fungsional mungkin berasal dari Allport's frustrasi dengan Freud (atau behavioris). Tentu saja, itu tidak berarti bahwa hal itu hanya keyakinan defensif pada bagian Allport!
Gagasan otonomi fungsional propriate - nilai - memimpin Allport dan rekan-rekannya Vernon dan Lindzey untuk mengembangkan kategorisasi nilai (dalam sebuah buku berjudul A Study Nilai, 1960) dan uji nilai.
1.      Ilmuwan teoretis, misalnya, nilai-nilai kebenaran.
2.      Pebisnis ekonomi mungkin nilai kegunaan.
3.      Estetika seniman nilai-nilai keindahan alami.
4.      Perawat sosial mungkin memiliki cinta yang kuat dari orang-orang.
5.      Politik politikus mungkin nilai kekuasaan.
6.      Yang religius seorang biarawan atau biarawati mungkin nilai-nilai persatuan.
Sebagian besar dari kita, tentu saja, memiliki beberapa nilai-nilai ini pada tingkat yang lebih moderat, ditambah kita bisa nilai satu atau dua ini cukup negatif. Ada tes modern yang digunakan untuk membantu anak-anak menemukan karir mereka yang memiliki dimensi yang sangat mirip.

Gordon Allport's Ciri Teori

Pada tahun 1936, psikolog Gordon Allport menemukan bahwa satu-bahasa kamus bahasa Inggris saja terdapat lebih dari 4.000 kata-kata yang menggambarkan ciri kepribadian yang berbeda. Ia kategorikan sifat-sifat ini ke dalam tiga tingkatan:
1.       Sifat Kardinal: Sifat yang mendominasi's seluruh kehidupan individu, sering ke titik bahwa orang tersebut menjadi dikenal khusus untuk karakter ini. Orang dengan kepribadian seperti itu sering menjadi begitu dikenal karena sifat-sifat yang nama mereka sering identik dengan kualitas ini. Pertimbangkan asal dan makna dari istilah deskriptif berikut: Freudian, Machiavellian, narsisme, Don Juan, seperti Kristus, dll Allport menyarankan bahwa sifat kardinal yang langka dan cenderung untuk mengembangkan di kemudian hari.
2.       Sifat Tengah: Ini adalah karakteristik umum yang membentuk fondasi dasar kepribadian. Pusat ini sifat, sedangkan tidak mendominasi sebagai sifat kardinal, adalah karakteristik utama yang mungkin Anda gunakan untuk menggambarkan orang lain. Terms such as intelligent , honest , shy and anxious are considered central traits. Ketentuan seperti cerdas, jujur, pemalu dan cemas dianggap ciri pusat.

3.       Sifat Sekunder: ini merupakan ciri-ciri yang kadang-kadang terkait dengan sikap atau preferensi dan sering muncul hanya dalam situasi tertentu atau dalam keadaan tertentu. Beberapa contoh akan cemas ketika berbicara kepada sekelompok atau tidak sabar ketika mengantri.

Kesimpulan
Allport adalah salah satu teori yang begitu benar tentang banyak hal sehingga ide itu telah hanya diteruskan ke dalam semangat zaman. Teori-Nya adalah salah satu teori humanistik pertama, dan akan mempengaruhi orang lain, termasuk Kelly, Maslow, dan Rogers. Salah satu aspek yang malang teorinya adalah menggunakan aslinya dari kata sifat, yang meruntuhkan murka sejumlah berorientasi behavioris situationally yang akan jauh lebih terbuka terhadap teori jika mereka mau repot-repot memahami itu. Tapi itu kelemahan selalu psikologi pada umumnya dan khususnya kepribadian: Ketidaktahuan masa lalu dan teori dan penelitian orang lain.