Laman

Minggu, 17 Juni 2012

SUKSES BERKAT KEKUATAN IMAJINASI

SUKSES BERKAT  KEKUATAN  IMAJINASI

Pembaca, jangan meremehkan imajinasi. Imajinasi bukanlah gambaran kosong atau angan-angan tanpa isi. Sejarah telah membuktikan banyak tokoh terkenal menjadi besar berkat imajinasinya yang luar biasa. Imajinasi ternyata mempunyai kekuatan. Albert Einstein pernah mengatakan, “Energi mengikuti imajinasi”. Tentu saja, Einstein serius dengan ucapannya. Apalagi Einstein mengamini hukum kekekalan energi. Dia sendiri mengaku telah membuktikannya saat dia ditanya bagaimana dia mampu menghasilkan begitu banyak teori spektakuler, dia menjawab imajinasinyalah yang menjadi salah satu bahan bakar dari idenya itu.
Lantas, bagaimanakah imajinasi yang dihasilkan pikiran kita bekerja? Pada prinsipnya, perlu Anda sadari, pikiran kita adalah sebuah magnet yang luar biasa. Pikiran kita mampu menjadi otopilot atas apa yang ingin kita wujudkan, yang kita cita-citakan bahkan yang sekadar kita imajinasikan.
Setiap orang boleh mempunyai mimpi akan masa depan. Mimpi menjadi seorang penulis hebat, misalnya, atau menjadi sastrawan, insinyur, dokter, dan sebagainya. Dalam perwujudan mimpi inilah kekuatan imajinasi berperan. Sekali kita merencanakan dan mematrikan imajinasi dalam pikiran kita, fisik kita pun mulai mencari jalan bagaimana merealisasikan apa yang sudah kita pikirkan.
Untuk mudahnya, pembaca, ada dua kisah tentang kekuatan imajinasi yang ingin saya ceritakan di sini.
Pertama, kisah hidup Mayor James Nesmeth, seorang tentara yang doyan main golf. Dia begitu tergila-gila dengan golf. Tapi sayang sekali, sebelum menikmati kesempatan itu, dia ditugaskan ke Vietnam Utara.
Sungguh sial, saat di Vietnam dia ditangkap oleh tentara musuh dan dijebloskan ke penjara yang pengap dan sempit. Dia tidak diberi kesempatan untuk berinteraksi dengan siapa pun. Situasi pengap, kosong, dan beku itu sungguh menjadi siksaan fisik dan mental yang meletihkan baginya.
Untungnya, Nesmeth sadar dirinya harus menjaga pikirannya agar tidak sinting. Dia mulai berlatih mental. Setiap hari, dengan imajinasinya, dia membayangkan dirinya berada di padang golf yang indah dan memainkan golf 18 hole. Dia berimajinasi secara detail. Dia melakukannya rata-rata empat jam sehari selama tujuh tahun.
Lantas, tujuh tahun kemudian, dia pun dibebaskan dari penjara. Namun, ada yang menarik saat dia mulai bermain golf kembali untuk pertama kalinya. Ternyata, Mayor James Nesmeth mampu mengurangi rata-rata 20 pukulan dari permainannya dulu. Orang-orang pun bertanya kepada siapa dia berlatih. Tentu saja, tidak dengan siapa pun. Yang jelas, dia hanya bermain dengan imajinasinya. Tetapi, ternyata itu berdampak pada hasil kemampuannya. Nah, inilah kekuatan imajinasi itu.
Kisah kedua adalah cerita tentang Tara Holland, seorang gadis yang bermimpi menjadi Miss America sejak kecil. Pada 1994, dia berusaha menjajaki menjadi Miss Florida. Sayangnya, dia hanya menyabet runner-up pertama. Tahun berikutnya dia mencoba, tapi lagi-lagi hanya di posisi yang sama. Hati kecilnya mulai membisikkan dirinya untuk berhenti.
Bulatkan tekad
Tapi, dia bangkit dan membulatkan tekadnya lagi. Dia pindah ke negara bagian lain, Kansas. Pada 1997, dia terpilih menjadi Miss Kansas. Dan di tahun yang sama, dia berhasil menjadi Miss America! Yang menarik, adalah saat Tara diwawancarai setelah kemenangannya, Tara menceritakan bagaimana dia sudah ingin menyerah setelah dua kali kalah di Florida.
Tapi, tekadnya sudah bulat. Selama beberapa tahun kemudian, dia membeli video dan semua bahan yang bisa dipelajari tentang Miss Pagent, Miss Universe, Miss America, dan sebagainya. Dia melihatnya berkali-kali. Setiap kali melihat para diva meraih penghargaan tertinggi, Tara membayangkan dirinyalah yang menjadi pemenangnya.
Satu lagi yang menarik dari wawancaranya adalah saat dia ditanya apakah dia merasa canggung saat berjalan di atas karpet merah. Dengan mantap, Tara Holland menjawab, “Tidak sama sekali. Anda mesti tahu saya sudah ribuan kali berjalan di atas panggung itu.”



Seorang reporter menyela dan bertanya bagaimana mungkin dia sudah berjalan ribuan kali di panggung, sementara dia baru pertama kalinya mengikuti kontes. Tara menjawab, “Saya sudah berjalan ribuan kali di panggung itu…dalam pikiran saya.”
Pembaca, dua kisah nyata di atas menceritakan tentang kekuatan imajinasi. Kita memujudkan apa yang kita lihat dalam pikiran kita. Imajinasi adalah energi. Energi yang kalau diolah terus-menerus akan mewujud dalam apa yang kita imajinasikan itu.
Kekuasaan boleh memenjarakan fisik, membungkam mulut, tetapi sama sekali tidak bisa memasung imajinasi kita. Dengan kekuatan imajinasi, masa depan akan menjadi milik kita sesuai yang kita cita-citakan.
Dengan imajinasi, kita bisa menjadi tuan atas takdir kita, I am the master of my fate. Stephen Covey dalam 7 Habits mengatakan kita membuat kreasi mental lebih dulu sebelum kreasi fisiknya.
Semakin kuat gambaran mental yang kita miliki, semakin besar energi yang kita miliki untuk mewujudkannya. Sebaliknya, jika kita terlalu banyak membayangkan yang buruk dan negatif, kita menarik energi negatif dan kita semakin ter-demotivasi untuk meraihnya.
Pepatah Latin mengatakan, Fortis imaginatio generat casum, artinya imajinasi yang jelas menghasilkan kenyataan. Dengan demikian, jangan sia-siakan kekuatan imajinasi dalam diri kita. Imajinasi mampu menjadi kendaraan kita menuju apa saja yang kita mimpi dan cita-citakan.
Imajinasi akan mengumpulkan seluruh energi kita untuk mewujudkannya. Dalam aplikasi sehari-hari, dengan imajinasi, kita membayangkan hal-hal positif yang akan kita lakukan dan membayangkan hal-hal positif yang akan terjadi. Betapa kita akan melihat langkah dan tindakan kita mulai mengarah pada apa yang kita bayangkan. Dan…the dreams will come true!
Sumber: Sukses Berkat Kekuatan Imajinasi oleh Anthony Dio Martin, Psikolog, penulis buku best seller EQ Motivator, dan Managing Director HR Excellency

SEJARAH SINGKAT INTERNET

 Sejarah Singkat Internet
                                                                     
                                                                       

     Pendahuluan

Internet telah membuat revolusi dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya.Penemuan  telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya tanpa dibatasi oleh kondisi geografis.

          Internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan  infrastruktur teknologi informasi.  Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini. Hari ini, kata-kata seperti "bleiner@computer.org" dan "http://www.acm.org" sudah menjadi kebiasaan yang mudah diucapkan orang di jalanan.

           Tulisan ini hanya merupakan sebuah uraian singkat dan tidak menguraikan secara rinci sejarah internet.  Banyak tulisan yang mudah anda dapat berkaitan dengan Internet, sejarahnya, teknologinya dan penggunaannya. Di toko buku  anda dapat memilih sendiri buku-buku tentang Internet. 2 . Dalam tulisan ini, 3 beberapa dari para penulis terlibat dalam pengembangan dan evolusi teknologi internet khususnya dalam penemuan dan sejarahnya. Sejarah intenet dapat dibagi dalam empat aspek yaitu

1.Adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan
wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala,performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi.

2.Adanya aspek pelaksanaan dan pengelolaan sebuah infrastruktur yang global dan kompleks.

3.Adanya aspek sosial yang dihasilkan dalam sebuah komunitas masyarakat besar yang terdiri dari para Internauts yang bekerjasama membuat dan mengembangkan terus teknologi ini.

4.Adanya aspek komersial yang dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah  penelitian yang mengakibatkan terbentuknya sebuah infrastruktur informasi yang besar dan berguna.  Internet sekarang sudah merupakan sebuah infrastruktur informasi global (widespread information infrastructure), yang awalnya disebut "the National (atau Global atau Galactic) Information Infrastructure" di Amerika Serikat. Sejarahnya sangat kompleks dan mencakup banyak aspek seperti teknologi, organisasi, dan komunitas. Dan  pengaruhnya tidak hanya terhadap bidang teknik komunikasi komputer saja tetapi juga berpengaruh kepada masalah sosial seperti yang sekarang kita lakukan yaitu kita banyak mempergunakan alat-alat bantu on line untuk mencapai
sebuah bisnis elektronik (electronic commerce), pemilikan informasi dan berinteraksi dengan masyarakat.

     Penemuan Internet

Sebuah rekaman tulisan yang menerangkan bahwa interaksi sosial dapat dilakukan juga melalui sebuah jaringan komputer terdapat pada seri  memo yang ditulis oleh J.C.R. Licklider dari  MIT (Massachuset Institut of Technology) pada bulan Agustus tahun 1962. Dalam memo tersebut diuraikan konsep "Galactic Network"nya. Dia memiliki visi sebuah jaringan komputer global yang saling berhubungan dimana setiap orang dapat akses data dan program secara cepat dari tempat manapun.  Semangat konsep tersebut sangat sesuai seperti internet yang ada
sekarang. Licklider adalah pimpinan pertama riset program komputer dari projek DARPA, 4 yang dimulai bulan Oktober 1962. Selama di  DARPA dia bekerjasama dengan Ivan Sutherland, Bob Taylor, dan seorang peneliti MIT,  Lawrence G. Roberts. Leonard Kleinrock di MIT mempublikasikan tulisanya berjudul " The first paper on packet switching theory"  dalam  bulan July 1961 dan "The first book on the subject" di tahun 1964. Kleinrock sepaham dengan Roberts dalam teori
kelayakan komunikasi mempergunakan sistem paket data dari pada hanya mempergunakan sebuah rangkaian elektronik.  Teori ini merupakan cikal bakal adanya jaringan komputer. Langkah penting lainnnya adalah membuat komputer dapat berkomunikasi secara bersama-sama. Untuk mmebuktikan hal ini, pada tahun 1965, Roberts bekerjasama dengan Thomas Merrill,  menghubungkan komputer TX-2 yang ada di Mass dengan komputer Q-32 yang ada di  California dengan mempergunakan sebuah saluran dial-up berkecepatan rendah. Ini merupakan sebuahjaringan komputer pertama  yang luas yang pernah dibuat untuk pertama kalinya meski dalam skala kecil.  Hasil dari  percubaan ini  adalah bukti bahawa pengunaan waktu dalam komputer-komputer tersebut dapat bekerja dengan baik,
menjalankan program dan mengambil atau  mengedit data  seperti yang biasa dilakukan pada sebuah mesin dengan  remote control, namun rangkaian saklar system telepon kurang mendukung percobaan ini. Hipotesis  Kleinrock tentang diperlukannya sebuah program paket pensaklaran terbukti.

Pada tahun 1966 Roberts pergi ke DARPA untuk mengembangkan konsep jaringan komputer dan dengan cepat merumuskan rencananya untuk ARPANET, yang dipublikasikan pada tahun 1967.  Pada saat konferensi dimana dia harus mempresentasikan makalahnya tentang konsep paket dalam jaringan komputer, dalam konferensi tersebut juga ada sebuah makalah yang berhubungan dengan konsep paket pada jaringan komputer dari Inggris yang ditulis oleh Donald Davies dan Roger Scantlebury dari NPL. Scantlebury mengatakan pada Roberts tentang riset yang dilakukan  NPL sebaik seperti yang dilakukan oleh Paul Baran dan lainnya di RAND. RAND group telah menulis sebuah makalah berjudul " paper on packet switching networks for secure voice" di lingkungan militer pada tahun 1964. Penelitian-penelitian tersebut dilakukan bersamaan oleh kelompok peneliti MIT, NPL dan RAND. Sedangkan para penelitinya tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh kelompok peneliti lainnya. Kelompok peneliti MIT bekerja dalam kurun waktu 1961-1967, kelompok RAND bekerja dalam kurun waktu 1962-1965, dan kelompok NPL bekerja  antara tahun 1964-1967. Kata paket telah diadopsi dari hasil kerja kelompok NPL dan diusulkan dipergunakan dalam  saluran komunikasi data ARPANET, sehingga komunikasi data di dalam projek ini diubah dari 2.4 kbps menjadi 50  kbps. 5

Dalam bulan Agustus tahun 1968, setelah Roberts dan penyandang dana projek  DARPA merevisi semua struktur dan spesifikasi ARPANET, sebuah RFQ dirilis  DARPA untuk pengembangan salah satu komponen kunci, paket  pensakalaran yang disebut Interface Message Processors (IMP's). RFQ telah dimenangkan dalam bulan Desember1968 oleh sebuah group yang dipimpin oleh Frank Heart dari Bolt Beranek and Newman (BBN). Sebagai tim dari BBN yang mengerjakan  IMP's, Bob Kahn memerankan peran utama dalam desain arsitektur  ARPANET.    Topologi dan ekonomi jaringan didesain dan dioptimasi oleh  Roberts bersama Howard Frank dan timnya dari
Network Analysis Corporation. Pengukuran  sistem jaringan dilakukan oleh tim pimpinan  Kleinrock di UCLA. 6 Karena awal dilakukannya pengembangan teori paket  pensaklaran oleh Kleinrock, dan juga adanya perhatiannya yang serius pada analysis, design dan pengukuran, maka Network Measurement Center yang dibangun Kleinrock di UCLA telah terpilih sebagai node pertama projek ARPANET. Ini terjadi dalam bulan September tahun 1969 ketika  BBN memasang IMP pertama di UCLA dan host komputer pertama telah tersambung. Projek Doug Engelbart yang   menggarap "Augmentation of Human Intellect" (didalamnya terdapat NLS, sebuah system hypertext pertama) di Stanford Research Institute (SRI) kemudian dikembangkan menjadi node kedua. SRI mendukung  Network Information Center,  dipimpin oleh Elizabeth (Jake) Feinler dan berperan sebagai pemelihara table nama host ke address mapping sesuai dengan direktori  RFC's. Sebulan kemudian, pada saat SRI telah tersambung ke ARPANET, pesan pertama dari host ke host telah dikirimkan dari laboratorium Kleinrock ke SRI. Dua node lainnya segera dibangun di  UC Santa Barbara dan University of Utah. Dua node terakhir ini membuat projek aplikasi visual, dengan Glen Culler dan Burton Fried di UCSB bertugas mencari metoda-metoda untuk menampilkan fungsi-fungsi matematika mempergunakan "storage displays" agar dapat menjawab "problem of refresh" yang terjadi dalam jaringan. Robert Taylor dan Ivan Sutherland di Utah bertugas  mencari metoda-metoda penampilan 3-D dalam jaringan. Sehingga pada akhir tahun 1969, empat komputer host telah tergabung bersama dalam inisial ARPANET, maka cikal bakal Internet telah lahir.

Komputer banyak yang disambungkan ke ARPANET pada tahun-tahun  berikutnya dan tim bekerja melengkapi fungsi Host-to-Host protocol dan software jaringan komputer lainnya. Di bulan Desember tahun 1970, the Network Working Group (NWG) bekerja dibawah pimpinan S. Crocker menyelesaikan inisial ARPANET Host-to-Host protocol, dan disebut  Network Control Protocol (NCP). ARPANET secara lengkap mempergunakan NCP

selama periode 1971-1972 dan para pengguna jaringan komputer akhirnya dapat mulai melakukan pengembangan  aplikasinya.

Dalam bulan Oktober tahun 1972, Kahn telah mengorganisasikan sebuah demonstrasi besar dan sukses  ARPANET di International Computer Communication Conference (ICCC). Ini merupakan untuk pertama kalinya diperkenalkan  ke masyarakat. Dalam demo ini juga diperkenalkan inisial "hot" aplication, electronic mail (email). Dalam bulan Maret, Ray Tomlinson dari BBN membuat program penulisan pesan email, pengiriman dan  pembaca pesan email pertama. Hal ini dilakukan atas dorongan kebutuhan ARPANET akan sebuah mekanisme koordinasi yang mudah. Dalam bulan July, Roberts mengembangkan utilitynya dengan membuat program email utility pertama ke dalam daftar, pemilihan untuk pembacaan, file, meneruskan (forward), dan memberikan jawaban sebuah pesan. Dari   penemuan ini maka email merupakan aplikasi yang paling banyak dipergunakan dalam jaringan komputer selama
           beberapa dekade.

     Konsep Inisial Internetting

Jaringan komputer ARPANET tumbuh menjadi Internet. Internet didasarkan pada ide bahwa dari pengalaman pembangunan ARPANET dimungkinkan adanya jaringan komputer multiple independent (banyak dan berdiri sendiri). Dalam hal ini ARPANET sebagai pioneer dalam penggunaan packet pensaklaran jaringan komputer, tetapi nantinya dapat juga dipergunakan sebagai packet untuk jaringan satelit, jaringan komputer paket radio terestrial dan jaringan lainnya. Internet seperti kita ketahui sekarang sudah menjadi sebuah jaringan  komputer dengan arsitektur terbuka (open architecture networking). Dengan demikian, pemilihan teknologi jaringan komputer individu tidaklah harus dibuat terbatas pada satu jenis teknologi dengan arsitektur khusus akan tetapi cenderung akan dipilih teknologi jaringan komputer secara bebas oleh pembuatnya dan yang dapat dihubungkan
dengan jaringan lainnya mempergunakan sebuah meta-level "Internetworking Architecture". Sampai sat itu hanya ada satu metoda umum untuk menggabungkan jaringan komputer. Itu adalah bawaan dari teknologi rangkaian saklar dimana sebuah jaringan baru akan terhubung pada sebuah rangkaian setelah melalukan bit individual secara synchronous sebagai bagian dari suatu rangkaian end-to-end diantara beberapa lokasi akhir (end locations). Ini sudah ditunjukkan oleh Kleinrock pada tahun 1961 bahwa paket pensaklaran merupakan metoda pensaklaran yang efisien. Dengan mempergunakan paket pensaklaran, penggunaan special dalam sebuah hubungan interkoneksi  antara jaringan komputer merupakan satu kemungkinan lain yang bisa dilakukan. Sedangkan saat itu masih ada kendala
untuk menghubungkan jaringan komputer yang berbeda, dan masih dibutuhkan sesuatu komponen yang digunakan satu sama lain, yang tidak hanya berfungsi sebagai sebuah peer dari yang lainnnya dalam menyelenggarakan end-to-end service.

Dalam arsitektur jaringan komputer yang terbuka, jaringan komputer individual dapat dibangun dengan desain terpisah dan dapat dikembangkan sendiri dan masing-masing memiliki interface unik sendiri yang didapat dari user dan atau
provider lain termasuk provider-provider Internetnya. Setiap jaringan komputer dapat didesain sesuai dengan  lingkungan spesifik dan kebutuhan user-nya.

Ide arcitektur jaringan komputer yang terbuka pertama kali diperkenalkan oleh Kahn di DARPA pada tahun 1972.Pekerjaan ini murni merupakan bagian pekerjaan program paket radio. Namun akhirnya program ini merupakan program terpisah dan disebut "Internetting". Kata kunci untuk membuat sistem paket radio bekerja adalah adanya eliabilitas protokol end-to-end yang dapat memelihara secara efektif komunikasi meskipun dalam kondisi "jamming"  dan adanya interferensi radio lainnya ataupun gejala blackout intermiten seperti yang biasa terjadi pada komunikasi di dalam sebuah terowongan. Kahn pertama kali mengembangkan protokol lokal hanya untuk paket radio, karena sulit
menemukan kecocokan dengan sistem operasi komputer yang lain, dia kembali menggunakan  NCP.

Meskipun NCP tidak memiliki kemampuan untuk pengalamatan jaringan komputer (dan mesin) namun pada akhirnya pada penggunaan IMP dalam ARPANET mengharuskan perubahan-perubahan NCP. NCP dipergunakan dalam ARPANET untuk menjaga reliabilitas end-to-end. Apabila banyak paket hilang, maka protokol (dengan didukung  aplikasi lainnya) tidaklah menimbulkan masalah. Dalam model ini  NCP tidak menunjukkan kegagalan dalam mengontrol end-to-end host, sejak saat itu  ARPANET merupakan jaringan komputer yang ada yang tidak   memerlukan penggunakan kontrol eror pada hostnya. Sehingga, Kahn memutuskan untuk mengembangkan sebuah versi baru protokol yang dapat bekerja dengan baik
pada lingkungan jaringan komputer dengan arsitektur terbuka. Protocol ini kemudian disebut  Transmission ControlProtocol/Internet Protocol (TCP/IP). Sedangkan NCP cenderung dipergunakan sebagai sebuah pengendali alat (device driver), protokol baru ini lebih menyerupai sebuah protokol komunikasi.

     Empat alasan yang mendasari pemikiran Kahn kemudian ia itu :

1.Setiap jaringan komputer yang berbeda harus berdiri sendiri dan tidak mengalami perubahan di dalamnya  apabila terhubung ke Internet. 
2.Komunikasi ada dalam kondisi terbaik. Jika sebuah paket data tidak dapat dikirimkan ke tujuannnya, paket data tersebut segera dikirim ulang.
3.Kotak hitam (Black boxes) perlu dipasang untuk menghubungkan jaringan komputer yang kemudian lebih dikenal dengan nama gateway dan router.
    4. Pada tingkat operasional, tidak diperlukan kontrol global.


  Isu kunci lainnya yang dibutuhkan antara lain :
Algoritma untuk mencegah paket hilang (packet loss) dari terputusnya komunikasi yang permanen dan menghubungkan kembali secara baik untuk dikirim ulang dari sumber datanya.. Pengembangan "pipelining"  host to host sehingga dengan demikian paket data multipel dapat dikirim dari sumber ke tujuan pada kondisi tidak didukung host, bila jaringan komputer perantaranya memungkinkan.
Gateway berfungsi meneruskan paket data dengan baik. Ini meliputi juga interpretasi IP header untuk routing-nya, penanganan interface, mengubah paket ke bentuk yang lebih kecil bila memungkinkan, dll. Adanya kebutuhan untuk pengecekan end-end, membangun ulang (reassembly) paket dari fragmen-fragmen data dan mendeteksi duplikatnya bila ada. Adanya kebutuhan pengalamatan global (global addressing).  Kebutuhan teknik untuk mengontrol aliran data  host ke host.  Kebutuhan Interface (perangkat perantara) dengan beragam sistem operasi. Juga adanya perhatian seperti penerapan efisiensi, kehandalan internetwork, namun ini masih merupaka masalah berikutnya.

Kahn mulai mengerjakan sebuah pekerjaan prinsip sistem operasi yang berorientasi untuk komunikasi data selama di BBN dan pemikiran terakhirnya didokumentasikan dalam sebuah memorandum di lingkungan BBN berjudul  "Communications Principles for Operating Systems". Dalam hal ini dia merealisasikan adanya sebuah kebutuhan data rinci dari setiap sistem operasi komputer agar dapat diubah sehingga dapat menerima setiap protokol baru secara efisien.  Sehingga pada musim panas tahun 1973, setelah memulai usaha internetting, dia mengajak Vint Cerf untuk bekerja dengannya dalam mendesain protokol. Cerf sudah mengenal baik desain dan pengembangan yang telah dilakukan NCP dan telah memiliki pengetahuan tentang interfacing (pembuatan perangkat perantara) pada sistem operasi. Karena itu dengan pendekatan arsitektur jaringan Kahn pada sisi komunikasi datanya, dan denganpengalaman Cerf dalam pengembangan NCP, tim ini berhasil membuat desain rinci protokol komunikasi data yang sekarang disebut TCP/IP. Kerja keras mereka.membuahkan hasil, dan versi pertama telah didistribusikan pada pertemuan khusus International.



RENUNGAN

RENUNGAN
Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!
Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.
Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa. Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.
Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid
Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.
Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.
Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur’an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.
Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.
Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.

RAJA DAN LABA-LABA

RAJA DAN LABA - LABA
Dahulu kala di negeri Skonlandia, ada seorang raja bernama Bruce.
Dia sudah enam kali memimpin pasukannya menuju medan perang melawan sang agresor dari England , namun selama enam kali pertempuran itu, pasukannya selalu babak belur dihajar oleh musuh, hingga terpaksa mengalami kekalahan dan melarikan diri ke hutan.
Akhirnya, dia sendiri juga bersembunyi di sebuah gubuk kosong di dalam hutan belantara.
Suatu hari, hujan turun dengan derasnya, air hujan menerobos dari atap rumah yang bocor mengenai muka Bruce, sehingga dia terbangun dari tidurnya. Sesaat dia merenungi nasibnya yang malang karena tidak dapat mengalahkan musuh, walaupun dia telah mengerahkan segala daya upaya.
Semakin dia memikirkan hal ini, hatinya semakin pedih dan hampir putus asa.
Pada saat itu, mata Bruce menatap ke atas balok kayu yang melintang diatas kepalanya, disana ada seekor laba-laba sedang merajut sarangnya.
Dia dengan seksama memperhatikan gerak gerik laba-laba tersebut, dihitungnya usaha si laba-laba yang telah enam kali berturut-turut berusaha sekuat tenaga mencoba mengaitkan salah satu ujung benang ke balok kayu yang berada di seberangnya, namun akhirnya gagal juga.
“Sungguh kasihan makhluk kecil ini.”
kata Bruce, “Seharusnya kau menyerah saja!”

Namun, sungguh diluar dugaan Bruce, walaupun telah enam kali si laba-laba gagal mengaitkan ujung benangnya, dia tidak lantas putus asa dan berhenti berusaha, dia coba lagi untuk yang ke tujuh kalinya, dan kali ini dia berhasil. Melihat ini semua, Bruce sungguh merasa kagum dan lupa pada nasib yang menimpa dirinya.
Bruce akhirnya berdiri dan menghela napas panjang, lalu dengan lantang dia berteriak: “Aku juga akan bertempur lagi untuk yang ketujuh kalinya!”
Bruce akhirnya benar-benar mendapatkan semangatnya kembali, ia segera mengumpulkan dan melatih lagi sisa-sisa pasukannya, lalu mengatur strategi dan menggempur lagi pertahanan musuh, dengan susah payah dan perjuangan yang tak kenal menyerah, akhirnya Bruce berhasil mengusir pasukan musuh dan merebut kembali tanah airnya.

PSIKOLOGI INDIVIDU: ADLER

PSIKOLOGI INDIVIDU: ADLER

Alfred Adler lahir pada 7 Februari 1870 di Rudolfsheim, sebuah desa kecil dekat Wina. Ibunya, Pauline, adalah ibu rumah tangga pekerja keras yang sibuk mengasuh ketujuh anaknya. Ayahnya, Leopold, pedagang gandum berkebangsaan Yahudi kelas menengah yang berasal dari Hungaria. Ketika masih kecil, fisik Adler sangat lemah dan sakit-sakitan, dan pada usia lima tahun dia hampir meninggal akibat pneumonia.
Adler kecil termotivasi untuk menjadi dokter karena ia pernah mengalami kejadian yang membuatnya seperti orang yang sudah meninggal. Adler lulus dari sekolah dasar tanpa mengalami kesulitan atau diskriminasi. Namun ketika memasuki Gymnasium sebagai persiapan menuju sekolah kedokteran, dia hanya mencapai prestasi pas-pasan sampai-sampai ayahnya mengancam untuk memindahkan dia dari sekolah dan menyuruhnya menjadi pembuat sepatu salju.
Sebagai mahasiswa kedokteran lagi-lagi dia lulus tanpa memperoleh nilai istimewa, mungkin karena ketertarikannya kepada cara merawat pasien bertentangan dengan minat profesornya pada ketepatan diagnosis. Ketika pada akhirnya menerima gelar dokter di akhir tahun 1895, Adler telah mencapai impian masa kecilnya untuk menjadi seorang dokter.
Karena ayahnya lahir di Hungaria, Adler berarti memiliki kewarganegaraan Hungaria sehingga ia berkewajiban ikut tugas militer dalam angkatan perang Hungaria. Adler menyelesaikan kewajiban itu setelah menerima penghargaan atas tugasnya di bidang medis ketentaraan dan kembali ke Wina untuk mengejar gelar doktornya (Adler kemudian beralih menjadi warga Negara Austria pada 1911). Dia kemudian memulai praktik pribadi sebagai spesialis mata namun, meninggalkan spesialisasi ini dan pindah ke psikiatri dan kedokteran umum.




Ada beberapa alasan mengapa Adler kuranh dikenal jika dibandingkan dengan Freud atau Carl Jung:
1.      Adler tidak mendirikan sebuah organisasi yang dijalankan secara ketat untuk mewadahi dan mengembangkan teori-teorinya.
2.      Dia bukan penulis berbakat, dan kebanyakan bukunya disusun dari serangkaian editorial terhadap kuliah Adler yang terpisah-pisah.
3.      Kebanyakan pandangannya sudah merasuk dan dikembangkan oleh karya-karya para teoretisi berikutnya, seperti Maslow, Rogers, dan Ellis sehingga tidak perlu diasosiasikan lagi dengan nama Adler.

Nada utama teori Adlerian dapat dituliskan dalam sebuah kerangka pendek. Kerangka berikut ini diadaptasi dari sebuah daftar yang mewakili pernyataan akhir psikologi individu:
1.      Satu-satunya kekuatan dinamis di balik perilaku manusia adalah perjuangan menuju keberhasilan atau keunggulan (striving for success or superiority).
2.      Persepsi-persepsi subjektif (subjective perceptions) manusia membentuk perilaku dan kepribadian mereka.
3.      Kepribadian merupakan sebuah kesatuan dan konsisten-dalam-diri (unified and self-consistent).
4.      Nilai semua aktifitas manusia harus dilihat dari sudut pandang kepedulian social (social interest).
5.      Stuktur kepribadian yang selalu konsisten-dalam-diri ini berkembang menjadi gaya hidup (style of life) pribadi tersebut.
6.      Gaya hidup dibentuk oleh daya kreatif (creative power) manusia.

PERJUANGAN MENUJU KEBERHASILAN ATAU KEUNGGULAN (STRIVING FOR SUCCESS OR SUPERIORITY)
            Diktum pertama teori Adlerian adalah: satu-satunya kekuatan dinamis di balik perilaku manusia adalah perjuangan menuju keberhasilan dan keunggulan. Diawal kariernya, Adler percaya bahwa agresi adalah kekuatan dinamis dibelakang semua motivasi namun, dia segera menjadi tidak puas dengan pandangan ini. Setelah menolak agresi sebagai satu-satunya kekuatan motivasi, Adler menggunakan protes maskulin, yang mengimplikasikan kehendak untuk berkuasa atau mendominasi orang lain.
            Berikutnya, Adler menyebut kekuatan dinamis tunggal ini perjuangan menuju keunggulan. Namun dalam teorinya yang terakhir ini pun dia membatasi perjuangan menuju keunggulan hanya kepada orang-orang yang memperjuangkan keunggulan pribadi saja terhadap orang lain. Dari sinilah dia kemudian memperkenalkan istilah perjuangan menuju keberhasilan untuk melukiskan tindakan-tindakan manusia yang dimotivasikan oleh kepedulian sosial yang tinggi.

Tujuan Akhir (Final Goal)
Menurut Adler, manusia selalu berjuang menuju sebuah tujuan akhir entah keunggulan pribadi maupun keberhasilan bagi seluruh kemanusiaan. Namun, dalam kedua hal ini, tujuan akhir itu sendiri merupakan sebuah fiksionalisme dan tidak memiliki eksistensi objektif. Tujuan akhir baru memiliki makna penting jika dia sanggup menyatukan kepribadian dan menjadikan semua perilaku bisa dipahami.

Daya Juang sebagai Kompensasi (Striving Force as Compensation)
Manusia berjuang menuju keunggulan atau keberhasilan sebagai alat kompensasi perasaan-perasaan inferioritas atau kelemahannya. Adler percaya kalau kelahiran manusia dengan tubuh yang kecil, lemah dan inferior merupakan sebuah “anugerah”. Kelemahan-kelemahan fisik ini membangkitkan perasaan inferioritas justru karena manusia pada hakekatnya memang memiliki sebuah kecenderungan bawaan menuju perlengkapan atau pemenuhan.

Perjuangan menuju Keunggulan Pribadi (Striving for Personal Superiority)
Beberapa orang berjuang menuju keunggulan dengan sedikit atau bahkan tidak memiliki kepedulian terhadap orang lain. Tujuannya semata-mata pribadi, dan perjuangan mereka sebagian besar dimotivasikan oleh perasaan-perasaan inferioritas pribadi yang berlebih-lebihan.

Perjuangan menuju Keberhasilan (Striving for Success)
Terbalik dengan mereka yang berjuang bagi pencapaian pribadi adalah orang-orang yang secara psikologis sehat, yang tindakan-tindakannya murni termotivasi oleh kepedulian social dan keberhasilan seluruh umat manusia. Individu yang sehat ini lebih memperhatikan tujuan-tujuan yang melampaui kenyamanan diri mereka, sanggup membantu orang lain tanpa menuntut atau mengharapkan pujian pribadi, dan sanggup melihat orang lain bukan sebagai musuh melainkan sebagai manusia biasa yang dengannya mereka dapat bekerja sama demi kemaslahatan social (social benefit). Keberhasilan mereka tidak dicapai dengan mengorbankan orang lain, melainkan lebih merupakan kecenderungan alamiah untuk bergerak menuju penyelesaian atau penyempurnaan.

PERSEPSI-PERSEPSI SUBJEKTIF (SUBJECTIVE PERCEPTIONS)
Diktum kedua Adler adalah: persepsi-persepsi subjektif manusia membentuk perilaku dan kepribadian mereka.
            Perjuangan manusia menuju keunggulan atau keberhasilan adalah kompensasi bagi perasaan-perasaan inferioritasnya. Cara-cara mereka berjuang tidak dibentuk oleh realitas melainkan oleh persepsi-persepsi subjektif terhadap realitas.

Fiksionalisme
Fiksi kita yang paling penting adalah tujuan menjadi unggul atau berhasil, sebuah tujuan yang kita ciptakan di fase hidup sebelumnya dan tidak selalu terpahami dengan jelas. Tujuan akhir fiksional dan subjektif ini menuntun gaya hidup kita, memberikan integritas bagi kepribadian kita.



Inferioritas Fisik
Karena manusia memulai kehidupan dari sesuatu yang kecil, lemah, dan inferior, mereka mengembangkan sebuah fiksi atau system keyakinan tentang tata cara mengatasi kelemahan-kelemahan fisik ini untuk menjadi besar, kuat dan unggul. Bahkan setelah mencapai ukuran, kekuatan, dan keunggulan yang diinginkan, mereka masih bisa bertindak seolah-olah masih kecil, lemah dan inferior.

Adler percaya bahwa manusia pada dasarnya adalah penentu dirinya sendiri dan bahwa mereka membentuk kepribadian dari makna yang mereka berikan kepada pengalaman-pengalaman mereka. Adler juga percaya bahwa interpretasi manusia terhadap pengalaman lebih penting daripada pengalaman-pengalaman itu sendiri. Tidak ada masa lalu atau masa depan yang menentukan perilaku saat ini. Meskipun begitu, manusia selalu termotivasikan oleh persepsi-persepsi masa kini mengenai masa lalu dan harapan-harapan saat ini mengenai masa depan.
Manusia bergerak maju, dimotivasikan oleh tujuan di depan lebih daripada insting-insting bawaan atau daya-daya kausal. Tujuan masa depan ini sering kali ketat dan tidak realistik, namun kebebasan pribadi manusia mengizinkan mereka membentuk ulang tujuan-tujuan mereka, dan karenanya mengubah hidup mereka.
Adler percaya bahwa pada akhirnya manusia bertanggung jawab atas kepribadian mereka sendiri. Daya kreatif manusia sanggup mentransformasikan perasaan-perasaan tidak tepat menjadi kepedulian social maupun tujuan keunggulan pribadi yang berpusat pada diri sendiri. Kemampuan ini berarti manusia tetap bebas untuk memilih antara sehat secara psikologis atau neoretisme. Adler menganggap pemusatan pada diri sendiri sebagai patologi sedangkan kepedulian social yang kuat sebagai standar kedewasaan psikologis. Manusia yang sehat memiliki tingkat kepedulian social tinggi namun, di sepanjang hidup mereka, manusia masih tetap bebas untuk menerima atau menolak normalitas dan menjadi apa yang mereka inginkan.

PSIKOLOGI EKSISTENSIAL: MAY

PSIKOLOGI EKSISTENSIAL: MAY

BIOGRAFI
Rollo May lahir April 21, 1909, di Ada, Ohio. kecilnya tidak terlalu menyenangkan: Orang tuanya tidak akur dan akhirnya bercerai, dan adiknya mengalami gangguan psikotik. Setelah bertugas di Michigan State singkat (ia diminta untuk meninggalkan karena keterlibatannya dengan majalah mahasiswa radikal), dia menghadiri Oberlin College di Ohio, di mana ia menerima gelar sarjana nya.
Setelah lulus, dia pergi ke Yunani, di mana ia mengajar bahasa Inggris di Anatolia College selama tiga tahun. Selama periode ini, ia juga menghabiskan waktu sebagai seniman keliling dan bahkan belajar singkat dengan Alfred Adler.
Ketika ia kembali ke AS, ia masuk Seminari Teologi Union dan menjadi berteman dengan salah seorang guru, Paul Tillich, teolog eksistensialis, yang akan memiliki dampak besar pada pemikirannya. Mei menerima BD-nya pada tahun 1938. Mei menderita TBC, dan harus menghabiskan tiga tahun di sanatorium. Ini mungkin titik balik hidupnya. Sementara ia menghadapi kemungkinan kematian, ia juga mengisi jam kosong dengan membaca. Di antara literatur yang dia baca adalah tulisan-tulisan Soren Kierkegaard, penulis religius Denmark yang banyak terinspirasi dari gerakan eksistensial, dan memberikan inspirasi bagi teori May.
Dia melanjutkan studi psikoanalisis di White Institute, di mana ia bertemu orang-orang seperti Harry Stack Sullivan dan Erich Fromm. Dan akhirnya, ia pergi ke Universitas Columbia di New York, di mana pada 1949 ia menerima PhD pertama dalam psikologi klinis bahwa lembaga yang pernah diberikan.
Setelah menerima PhD, ia melanjutkan mengajar di berbagai sekolah unggulan. Pada 1958, ia menyunting, dengan Ernest Angel dan Henri Ellenberger, Keberadaan buku, yang memperkenalkan psikologi eksistensial ke Amerika Serikat. Dia menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya di Tiburon, California, sampai ia meninggal pada Oktober 1994.


GRAND TEORI
Rollo Mei adalah psikolog paling terkenal eksistensial Amerika. Banyak pikirannya dapat dipahami dengan membaca tentang eksistensialisme secara umum, dan tumpang tindih antara ide-ide dan gagasan dari Ludwig Binswanger adalah besar. Namun demikian, ia adalah sedikit dari arus utama dalam bahwa ia lebih banyak dipengaruhi oleh humanisme Amerika daripada orang Eropa, dan lebih tertarik pada bidang psikologi eksistensial mendamaikan dengan pendekatan lain, terutama Freud.
Dapat menggunakan beberapa istilah tradisional eksistensial sedikit berbeda dari yang lain, dan menciptakan kata-kata baru untuk beberapa lama ide eksistensialisme itu. Destiny, misalnya, secara kasar sama dengan thrownness dikombinasikan dengan kejatuhan. Ini adalah bagian dari kehidupan kita yang ditentukan bagi kita, bahan baku kami, jika Anda suka, untuk proyek menciptakan hidup kita. contoh lain adalah keberanian kata, yang menggunakan lebih sering daripada keaslian “istilah tradisional” yang berarti menghadapi kecemasan seseorang dan naik di atasnya.
Ia juga hanya psikolog eksistensial Aku tahu yang membahas tertentu “tahap” (bukan dalam arti Freudian ketat, tentu saja) pembangunan:
Innocence – tahap, pra-egoic pra-sadar-diri dari bayi. Yang tidak bersalah adalah premoral, yaitu bukan buruk dan tidak baik. Seperti binatang buas yang membunuh untuk makan, yang tidak bersalah hanya melakukan apa yang dia harus lakukan. Tapi orang tak bersalah memang memiliki derajat akan dalam arti drive untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Pemberontakan – masa kecil dan remaja tahap pengembangan ego seseorang atau kesadaran diri dengan cara kontras dengan orang dewasa, dari “tidak” dari dua tahun tua dengan cara “tidak” dari remaja. Orang yang memberontak ingin kebebasan, namun belum ada pemahaman penuh tanggung jawab yang terjadi dengan itu. remaja mungkin ingin menghabiskan uang saku mereka dengan cara yang mereka pilih – namun mereka masih mengharapkan orangtua untuk menyediakan uang, dan akan mengeluh tentang ketidakadilan jika mereka tidak mendapatkannya.
Biasa – ego dewasa normal, konvensional dan sedikit membosankan, mungkin. Mereka telah belajar tanggung jawab, tetapi merasa terlalu menuntut, dan berlindung sesuai dan nilai-nilai tradisional. Kreatif – orang dewasa otentik, tahap eksistensial, melampaui ego dan aktualisasi diri. Ini adalah orang yang, menerima takdir, wajah kecemasan dengan keberanian.
Ini bukan tahapan dalam arti tradisional. Seorang anak tentu dapat bersalah, biasa atau kreatif di kali; dewasa Sebuah mungkin memberontak. Lampiran hanya untuk usia tertentu adalah dalam hal arti-penting: pemberontakan menonjol dalam dua tahun tua dan remaja itu.
Di sisi lain, dia setiap bit tertarik pada kecemasan sebagai eksistensialis apapun. Buku pertamanya, Arti Anxiety, didasarkan pada disertasi doktoralnya, yang pada gilirannya didasarkan pada bacaannya tentang Kierkegaard. definisi kecemasan-Nya adalah “kekhawatiran cued off dengan ancaman terhadap beberapa nilai yang individu memegang penting untuk keberadaannya sebagai diri” (1967, hal 72). Meskipun tidak “murni” eksistensialisme, hal itu jelas termasuk takut mati atau “ketiadaan” Nanti., Ia mengutip Kierkegaard: “Kecemasan adalah pusing kebebasan.”

Cinta dan Will
Banyak ide-ide unik Mei dapat ditemukan dalam buku yang saya anggap terbaik, Cinta dan Will. Dalam upaya di mendamaikan Freud dan eksistensialis, ia berbalik perhatian ke motivasi. Nya dasar membangun motivasi adalah daimonic. The daimonic adalah seluruh sistem motif, berbeda untuk setiap individu. Ini terdiri dari kumpulan motif tertentu disebut daimons. The Daimon Kata dari Yunani, dan berarti sedikit dewa. Itu datang kepada kita dengan iblis, dengan konotasi yang sangat negatif. Tapi awalnya, Daimon bisa menjadi buruk atau baik. Daimons termasuk kebutuhan yang lebih rendah, seperti makanan dan seks, serta kebutuhan yang lebih tinggi, seperti cinta. Pada dasarnya, katanya, Daimon adalah sesuatu yang bisa mengambil alih orang tersebut, situasi ia sebut sebagai milik daimonic. Hal ini kemudian, ketika keseimbangan antara daimons terganggu, bahwa mereka harus dianggap “jahat” – sebagai frase yang berarti! Ide ini mirip dengan ide Binswanger tentang tema, atau ide Horney tentang strategi mengatasi.
Untuk May, salah satu yang paling penting adalah daimons eros. Eros adalah kasih (bukan seks), dan dalam mitologi Yunani adalah dewa kecil digambarkan sebagai seorang pemuda. (Lihat kisah Eros dan jiwa dengan mengklik di sini!) Kemudian, Eros akan berubah menjadi bahwa, hama kecil mengganggu Cupid. Mei memahami cinta sebagai kebutuhan kita harus “menjadi satu” dengan orang lain, dan mengacu pada sebuah cerita Yunani kuno oleh Aristophanes: Orang-orang awalnya berkaki empat, empat-bersenjata, makhluk berkepala dua. Ketika kita menjadi terlalu sombong, para dewa split kami dalam dua, laki-laki dan perempuan, dan mengutuk kita dengan keinginan yang tak pernah berakhir untuk memulihkan setengah hilang kami.
Seperti  Daimon apapun, eros adalah hal yang baik sampai mengambil alih kepribadian, sampai kita menjadi terobsesi dengan itu. Konsep lain yang penting untuk Mei adalah akan: Kemampuan untuk mengatur diri sendiri dalam rangka mencapai tujuan seseorang. Hal ini secara kasar akan identik dengan ego dan kenyataan-pengujian membuat, tetapi dengan toko sendiri energi, seperti dalam psikologi ego. Aku curiga dia mendapat pengertian dari Otto Rank, yang akan menggunakan dengan cara yang sama. Mei petunjuk yang akan juga, adalah Daimon yang berpotensi dapat mengambil alih orang tersebut.
Definisi lain akan adalah “kemampuan untuk membuat keinginan menjadi kenyataan” Wishes adalah “main-main imajinasi kemungkinan.,” Dan merupakan manifestasi dari daimons kami. Banyak keinginan, tentu saja, berasal dari eros. Tapi mereka membutuhkan akan mewujudkannya. Oleh karena itu, kita dapat melihat tiga “tipe kepribadian” keluar dari pasokan relatif kami, Anda bisa mengatakan, keinginan kita demi cinta dan kemauan untuk mewujudkannya. Perhatikan bahwa dia tidak benar-benar keluar dan nama mereka – yang akan terlalu kategoris untuk eksistensialis – dan mereka tidak baik-lubang merpati atau dengan cara apapun. Tapi ia tidak menggunakan berbagai istilah untuk merujuk kepada mereka, dan aku telah memilih yang representatif.
Ada jenis dia merujuk sebagai “neo-Puritan, yang ada akan semua, tapi cinta tidak. Mereka memiliki disiplin diri luar biasa, dan dapat “membuat sesuatu terjadi” … tetapi mereka tidak memiliki keinginan untuk ditindaklanjuti. Jadi, mereka menjadi “dubur” dan perfeksionis, tapi kosong dan “kering” Contoh tipikal adalah Ebenezer Scrooge.
Tipe kedua ia sebut sebagai “kekanak-kanakan” Mereka semua keinginan tapi tidak akan.. Dipenuhi dengan mimpi dan keinginan, mereka tidak memiliki disiplin diri untuk membuat sesuatu dari mimpi dan keinginan mereka, dan menjadi tergantung dan konformis. Mereka mencintai, tapi cinta mereka berarti sedikit. Mungkin Homer Simpson adalah contoh yang paling jelas!
Jenis terakhir adalah “kreatif” tipe. Merekomendasikan Mei, bijak, bahwa kita harus menumbuhkan keseimbangan kedua aspek kepribadian kita. Dia mengatakan “tugas manusia adalah untuk mempersatukan cinta dan akan” Ide ini, sebenarnya., Merupakan salah satu tua yang kita temukan di antara cukup beberapa teoretisi. Otto Rank, misalnya, membuat kontras yang sama dengan kematian (yang meliputi kebutuhan kita untuk orang lain dan takut hidup kita) dan hidup (yang mencakup kebutuhan kita untuk otonomi dan rasa takut kita kesepian). teoretisi lain telah berbicara tentang persekutuan dan badan, homonimi dan otonomi, merawat dan ketegasan, afiliasi dan prestasi, dan seterusnya.

Mitos
Buku terakhir May adalah The Cry untuk Mitos. Dia menunjukkan bahwa masalah besar dalam abad kedua puluh adalah kerugian kami nilai. Semua nilai yang berbeda di sekitar kita membawa kita untuk meragukan semua nilai. Seperti Nietzsche menunjukkan, jika Tuhan sudah mati (mutlak yaitu hilang), maka apapun yang diperbolehkan.
May mengatakan kita harus menciptakan nilai-nilai kita sendiri, kita masing-masing individu. Hal ini, tentu saja, adalah sulit untuk sedikitnya. Jadi kita butuh bantuan, tidak dipaksakan pada kita, tetapi “ditawarkan” bagi kita untuk digunakan sebagai kami. Masukkan mitos, cerita yang membantu kita untuk “masuk akal” dari kehidupan keluar, “membimbing cerita” Mereka menyerupai arketipe Jung batas tertentu., Tapi mereka dapat sadar dan bawah sadar, kolektif dan pribadi. Sebuah contoh yang baik adalah berapa banyak orang yang hidup berdasarkan cerita dari Kitab Suci.
Contoh lain Anda mungkin akrab dengan termasuk Horatio Alger, Oedipus Rex, Sisifus, Romeo dan Juliet, Casablanca, Tinggalkan itu untuk Berang-berang, Star Wars, Little House di Prairie, The Simpsons, South Park, dan dongeng-dongeng Aesop. Saat aku sengaja menyarankan dengan daftar ini, banyak cerita membuat mitos buruk. Banyak kisah menekankan pemberian magis keinginan seseorang (kekanak-kanakan). Lainnya janji sukses dalam pertukaran untuk kerja keras dan pengorbanan diri (neo-Puritan). Banyak kisah kita hari ini mengatakan valuelessness itu sendiri adalah nilai terbaik! Sebaliknya, kata Mei, kita harus secara aktif bekerja untuk menciptakan mitos baru yang mendukung upaya masyarakat membuat yang terbaik dari kehidupan, bukan meremehkan mereka.
Gagasan suara yang baik – tetapi tidak terlalu eksistensialis. Sebagian besar merasa bahwa perlu untuk menghadapi kenyataan yang jauh lebih langsung dari “mitos” berarti. Pada kenyataannya, mereka suara agak terlalu banyak seperti apa yang massa besar orang menyerah sebagai bagian dari kejatuhan, konvensionil, dan inauthenticity! Sebuah kontroversi untuk masa depan.

PRINSIP-PRINSIP
1.      Eksistensi manusia adalah suatu proses yang dinamis, suatu “menjadi” atau “mengada”. Hal ini sesuai dengan asal kata eksistensi itu sendiri yakni existence yang artinya “ke luar dari” atau “ mengatasi” dirinya sendiri. Jadi eksistensi bersifat lentur dan mengalami perkembangan atau sebaliknya kemunduran tergantung padindividu dalam mengaktualisasi potensinya.
2.      Eksistensi adalah pemberian makna. Hal ini sesuai dengan hakekat kesadaran manusia itu sendiri sebagai intensionalitas, yang selalu mengarah keluar dirinya dan melampaui dirinya (Transendensi).
3.      Eksistensi adalah ada-dalam-dunia (in-der-welt-sein). Manusia tidak hidup sendiri dan berada dalam diri sendiri, melainkan berada dalam dunianya. Ada-dalam-dunia adalah struktur dasar mengadanya manusia. Kata sambung disini menunjukkan bahwa mengadanya manusia tidak bisa terlepas dan tidak dapat terrealisasi tanpa dunianya. Tidak mungkin manusia dilepaskandari dunianya dan sebaliknya tidak mungkin dunia dilepaskan dari manusia yang mengkonstitusikannya (menciptakan atau memaknainya). Dunia yang dimaksud bukan hanya sebagai lingkungan fisik namun juga dunia pribadi individu tersebut.
4.      Manusia hidup dalam Mitwelt, Eigenwelt, dan Umwelt. Beda antara manusia dengan hewan terletak pada kompleksitas manusia, yang hidup bukan hanya dalam Umwelt (dunia fisik) tapi juga dalam Mitwelt (lingkungan manusia) dan Umwelt (lingkungan diri manusia itu sendiri), Umweit (dunia biologis, “lingkungan”).
Dunia objek disekitar kita, dunia natural. Yang termasuk dalam umwelt diantaranya kebutuhan-kebutuhan biologis, dorongan-dorongan, naluri-naluri, yakni dunia yang akan terus ada, tempat dimana kita harus menyesuaikan diri. Akan tetapi umwelt tidak diartikan sebagai “dorongan-dorongan” semata melainkan dihubungkan dengan kesadaran-diri manusia.
Mitweit (“dunia bersama”)
Dunia perhubungan antar manusia dengan manusia yang lain. Didalamnya terdapat perhubungan antar berupa interaksi manusiawi yang mengandung makna. Dalam perhubungan tersebut terdapat perasaan-perasaan seperti cinta dan benci yang tidak pernah bisa dipahami hanya sebagai sesuatu yang bersifat biologis semata.
Eigenwelt (“dunia milik sendiri”). Adalah kesadaran diri, perhubungan diri dan secara khas hadir dalam diri manusia. Eigenwelt adalah kesadaran-diri, perhubungan diri, dan secara khas hadir alam diri manusia. Selain itu eigenwelt adalah pusat dari perspektif diri dan pusat dari perhubungan diri dengan benda atau orang lain. Tanpa ini kita manusia akan kehilangan kesadaran-dirinya bahwa ”aku-ada” dan keberadaanku itu tidak bisa disangkal. Tanpa kesadaran itu manusia akan kehilangan orientasi dan dengan demikian kehilangan eksistensinya.
5.      Eksistensi adalah ”milik pribadi”. Tidak ada dua individu yang identik. Tidak ada pula dua pengalaman yang identik. Oleh sebab itu eksistensi adalah milik pribadi yang keberadaannya tidak tergantikan oleh siapa pun.
6.      Eksistensi mendahului esensi. Kalimat terkenal ini dinyatakan oleh Sartre. Kalimat ini bermakna bahwa nasib dan takdir manusia, struktur hidup manusia, dan juga konsepsi tentang manusia, adalah dipilih dan ditentukan sendiri oleh manusia. Bahwa eksistensi manusia merupakan produk dari kebebasan manusia itu.
7.      Eksistensi adalah tentang ke-otentik-an. Menurut Heiddeger (1962) dan Sartre (1966), eksistensi sebagian besar manusia adalah tidak otentik karena dikuasai oleh kekuatan massa atau oleh pesona benda dan mengabaikan hati nurani. Kebalikannya, eksistensiyang otentik adalah eksistensi yang setiap perilakunya berasal dari hati nurani dan pilihan bebasnya sendiri.

TEMUAN MUTAHIR
1.      Kesadaran akan Kematia/kefanaan (Mortality) dan Penyangkalan terhadap Sifat Hewani (Animal Natur) Kita.
Teori manajemen terror menggunakan asumsi dasar ini dan sudah mengujinya dengan sejumlah studi eksperimental yang lebih akurat dan dirancang baik dalam psikologi kepribadian maupun psikologi social terbaru. Meskipun manusia merupakan bagian dari kerajaan hewan dan fana namun, msnusia unik dalam pemahamannya dan unik dalam menyampaikan keunikannya. Manusia menyadari bahwa mereka tidak sekedar jasad-ada jiwa, roh, dan pikiran dalam dirinya.
Selama berabad-abad manusia sudah menolak terhadap diri ketubuhnya, contoh, fungsi-fungsi tubuh tertentu terus mendapat asumsi tabu dan sanksi berat dari norma-norma social. Menjadi “berbudaya” berarti mengkontrol sepenuhnya hakikat biologis manusia. menurut para teoritis mamajemen terror, campuran dari penyangkalan terhadap ketubuhan dan hakikat hewani kita berasal dari ketakutan eksistesial akan kematian/kefanaan dan kerusakan tubuh kita. Seperti yang dikatakan oleh Sheldom Solomon dan kolega-koleganya manusia tidak dapat berfungsi dengan maksimal jika percaya bahwa secara inheren mereka tidak lebih daripada kera, kadal, dan kacang polong. (Solomon, Greenberg & Pyszczynksi, 1991, hlm. 91)

2.      Fitness Sabagai Pertahanan Diri (Defense) terhadap kesadaran akan Kematian/Kefanaan (Mortality)
Jika berpikir tentang kematian menimbulkan kecemasan dan perlawanan yang begitu besar atasnya, seperti dibuktikan banyak studi manajemen terror, mungkin kita akan berpikir jelas jika mengingat kefanaan tersebut, manusia akan termtivasi untuk melakukan hal-hal yang mengurangi akibat dari menuju kematian contohnya memilih pola hidup sehat yaitu melakukan fitness, tetapi yang mengejutkan sampai sekarang belum ada riset yang menguji tentang kesadaran akan kefanaan ini kepada intensi untuk menjamin perilaku sadar menuju sehat.
Seperti ditunjukkan dalam studi pertama, teori manajemen teror mendukung secara katif dua kategori pertahanan yang berbeda terhadap kematian, yaitu sadar dan bawah sadar. Pertahanan yang disadari bisa disebut juga sebagai Pertahanan Proksimal (pembelaan diri dengan cara menyangkal dan mengalihkan) yang mengambil bentuk “bukan aku, bukan sekarang” dan akan tampak sangat jelas dalam supresi aktif terhadap pikiran-pikiran tentang dalam perjalanan (Distancing) dan penyangkalan terhadap kerapuhan dirinya (One`s Vulnerability).
Ketika pikiran kematian diaktifkan secara bawah sadar, maka Pertahan Distal (pembelaan diri dengan cara berlindung kepada sesuatu) menjadi aktif juga. Bentuknya adalah mengidentifikasian diri dengan keyakinan-keyakinan cultural dan ideology demi menaikkan penghargaan terhadap dirnya.